TBC atau penyakit tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang cukup berbahaya dan berpotensi menjadi wabah yang serius. Penyakit ini menyerang fungsi paru-paru pada manusia. TBC adalah penyakit yang bisa ditularkan melalui udara di mana seseorang yang mengidap penyakit TBC apabila bersin atau batuk-batuk bisa menyalurkan bakteri penyebab TBC melalui partikel-partikel udara ke orang-orang yang berada di dekatnya.

A woman coughing

TBC paru ini mulai menjadi penyakit yang serius sejak penyebarannya mulai semakin luas pada tahun 1985 terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Perkembangan tuberkulosis berhubungan dengan wabah virus HIV yang menyebabkan penyakit AIDS di mana sistem imun penderita AIDS akan menurun drastis dan tidak mampu melawan infeksi bakteri penyebab TBC paru. Bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat, penyakit tuberkulosis masih menjadi persoalan meski penyebarannya sudah bisa ditekan sejak penerapan kontrol yang ketat mulai tahun 1993.

Pengobatan pasien terhadap penyakit paru ini juga membutuhkan berbagai macam metode karena pada beberapa kasus sistem tubuh pasien tuberkulosis menolak obat yang diberikan. Pengobatan biasanya memakan waktu berbulan-bulan untuk menghilangkan infeksinya dan mencegah agar tubuh tidak menolak antibiotic yang diberikan.

Gejala penyakit TBC

Dilihat dari keaktifan infeksinya, tuberkulosis dibagi menjadi dua. Yang pertama adalah latent TBC atau inactive TBC yaitu bakteri penyebab tuberkulosis yang ada di dalam tubuh manusia tidak aktif. Sekitar 2 juta orang di seluruh dunia memiliki bakteri penyebab TBC di dalam tubuhnya namun sistem imunnya masih bisa menjaga bakteri tersebut agar tidak menjadi aktif. TBC yang tidak aktif tidak menimbulkan gejala dan tidak menular. Latent TBC bisa berubah menjadi TBC yang aktif dan mulai menyerang fungsi paru-paru dengan gejala-gejala sebagai berikut ini:

1. Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu
2. Mengeluarkan batuk berdarah
3. Dada terasa sakit saat bernapas atau saat batuk-batuk
4. Berat badan yang menurun drastis tanpa sebab jelas
5. Mudah lelah
6. Demam
7. Berkeringat di malam hari
8. Kedinginan/menggigil
9. Kehilangan nafsu makan

Selain gejala di atas, tuberkulosis juga menyebabkan gangguan fungsi otak, ginjal, dan juga rasa sakit pada tulang punggung. Ketika TBC paru sudah menyebar di luar paru-paru, gejala yang timbul pada masing-masing orang bisa berbeda misalnya apabila TBC terjadi pada tulang punggung Anda maka punggung akan terasa sakit, dan apabila TBC menyerang ginjal Anda maka urin yang keluar akan mengeluarkan darah.

Penyebab penyakit TBC

Meski tuberkulosis adalah penyakit yang menular, namun penyakit ini tidak mudah untuk ditularkan dan kemungkinan untuk tertular TBC dari orang asing lebih rendah dibandingkan tertular oleh orang-orang yang dekat dengan Anda misalnya anggota keluarga atau rekan kerja. Sebagian besar penderita tuberkulosis dengan pengobatan medis selama minimal 2 minggu sudah tidak bisa menularkan penyakitnya ke orang lain. TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang ditularkan oleh orang dengan bakteri TBC aktif melalui partikel-partikel udara misalnya ketika bersin, batuk, meludah, tertawa, bicara, dan sebagainya.

Jika Anda memiliki gejala-gejala penyakit tuberkulosis yang sudah disebutkan sebelumnya, segera periksakan diri Anda untuk dilakukan tes untuk menentukan penyakit yang ada di dalam tubuh. Meski tidak merasakan gejala TBC, namun disarankan bagi orang-orang dengan lingkungan di bawah ini untuk melakukan tes TBC sebelum bakteri TBC menjadi aktif:

1. Penderita HIV/AIDS
2. Pengguna infus
3. Anda yang memiliki kontak dengan penderita TBC
4. Para petugas medis yang merawat pasien dengan resiko yang tinggi terkena TBC.

Cara menyembuhkan TBC

TBC adalah penyakit yang membutuhkan waktu pengobatan relatif lebih lama ketimbang mengobati penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri lainnya. Pasien tuberkulosis diwajibkan untuk minum obat antibiotik selama 6 hingga 9 bulan. Jenis obat dan lamanya pengobatan tergantung dari usia pasien, kondisi kesehatan secara keseluruhan, adanya kemungkinan penolakan tubuh terhadap obat yang diberikan, TBC aktif atau tidak aktif, dan lokasi organ yang terkena infeksi.

Jika Anda memiliki jenis TBC yang tidak aktif, mungkin obat yang diberikan hanya satu jenis saja. Sedangkan untuk penderita tuberkulosis yang aktif membutuhkan kombinasi dari beberapa jenis obat yang umumnya termasuk isoniazid, rifampin, ethambutol, dan pyrazinamide. Meski gejala tuberkulosis sudah dirasakan hilang namun penting bagi pasien untuk menghabiskan obat yang diberikan dan menjalani perawatan hingga tuntas.