Diare pada bayi termasuk salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami bayi. Khususnya bayi usia 12-24 bulan. Bila Anda mendapati bayi mendadak mengalami perubahan dalam BAB, misal frekuensi BAB yang menjadi lebih sering dan cair ada kemungkinan bayi menderita diare.

Jangan anggap remeh diare pada buah hati Anda. Pasalnya, diare bayi yang tidak segera diatasi berisiko memicu dehidrasi. Sehingga sangat berbahaya bagi organ tubuh yang lain. Penyakit ini sendiri diketahui menjadi salah satu penyebab kematian bayi tertinggi di tanah air. Dimana persentase kematian bayi akibat diare mencapai 31,4 persen. Adapun diare yang diderita bayi tidak muncul begitu saja. Melainkan ada faktor penyebabnya. Apa saja penyebab diare pada bayi? Berikut beberapa diantaranya:

Infeksi pada usus

Terjadinya infeksi pada usus yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit. Benda-benda yang disentuh oleh bayi belum tentu bersih atau steril. Sehingga kebiasaan bayi memasukkan tangan atau benda yang dipegang ke mulut rawan dengan terjadinya infeksi. Padahal bayi cenderung rentan tertular penyakit karena sistem imun tubuh bayi juga masih dalam tahap perkembangan.

Mengonsumsi jus buah dalam porsi berlebih

Jus buah memang baik bagi kesehatan. Namun, mengonsumsi terlalu banyak tidak baik terutama bagi bayi yang sebenarnya belum bisa menerima semua jenis asupan makanan.

Keracunan makanan

Misalnya karena makanan yang tidak higienis baik dari bahan ataupun cara pengolahan.

Alergi pada jenis makanan tertentu

Alergi pada jenis obat-obatan tertentu

Gejala diare pada bayi

Diare pada bayi memiliki beberapa gejala spesifik, diantaranya:
– bayi terlihat lesu,
– muntah-muntah,
– sakit perut,
– demam tinggi di atas 39oC,
– tinja bayi berubah warna menjadi hitam atau merah karena bercampur darah
– pada tinja bayi terdapat nanah.

Bila beberapa gejala di atas muncul pada buah hati Anda, sikapi dengan sigap. Segera upayakan cara penyembuhan diare yang tepat agar tidak menyebabkan dehidrasi atau kondisi kesehatan yang lebih parah.

Cara Menyembuhkan Diare pada Bayi

Bayi yang menderita diare pada umumnya mengalami gangguan keseimbangan elektrolit dalam tubuhnya. Kondisi inilah yang berisiko menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi pada bayi dapat berakibat fatal, dan bahkan bisa mengancam nyawa. Berikut adalah beberapa langkah atau cara menyembuhkan diare bayi yang bisa dilakukan:

– Tetap memberi asupan ASI guna mencegah bayi menderita kekurangan gizi.

– Mengganti cairan dan elektrolit bayi yang hilang agar tidak menyebabkan dehidrasi parah.

– Cairan dengan kandungan elektrolit bisa diberikan melalui botol susu untuk gejala diare ringan. Sementara untuk diare berat cairan dapat diberikan melalui infus. Dalam hal ini serahkan kepada dokter.

– Bila ibu tidak mampu memberi ASI, pasca dehidrasi bayi teratasi, segera berikan asupan susu formula tanpa kandungan laktosa.

– Hindari pemberian obat untuk menghentikan gejala diare pada bayi, karena hal ini cukup berbahaya bagi bayi. Dimana pemberian obat malah dapat menghalangi upaya tubuh untuk mengeluarkan organisme penyebab diare secara alami melalui tinja. Memang benar diare bayi dapat disebabkan karena infeksi bakteri. Namun, bukan berarti pemberian antibiotik diwajibkan. Karena pada umumnya infeksi akan mereda tanpa pemberian antibiotik atau obat.

– Gangguan kesehatan diare pada bayi yang sudah mampu mencerna makanan padat juga perlu ditanggapi dengan sigap. Adapun upaya awal yang bisa dilakukan yaitu tidak memberi bayi asupan makanan berserat tinggi, terlalu manis, makanan berminyak, atau produk susu dan olahannya. Hal ini karena jenis makanan tersebut berpotensi memperburuk gejala diare yang diderita bayi.

Diare yang diderita bayi memang bisa disembuhkan, namun tentunya mencegah lebih baik daripada mengobati. Adapun hal-hal yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan diare pada bayi diantaranya:

– Memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi.

– Memastikan gizi seimbang dan memberikan makanan pendamping ASI pada bayi yang sudah berusia lebih dari 6 bulan.

– Memastikan kebersihan makanan pendamping ASI untuk bayi.

– Selalu menjaga kebersihan makanan, minuman, mainan, dan semua benda yang berada pada jangkauan bayi.

– Selalu menjaga kebersihan lingkungan.

– Menjaga kebiasaan mencuci tangan semua anggota keluarga karena infeksi langsung pada bayi sering terjadi melalui tangan.