Kanker serviks adalah penyakit kanker yang menyerang serviks atau mulut rahim pada wanita dan disebabkan oleh virus HPV. Meski begitu, tidak semua wanita yang memiliki virus HPV akan terkena kanker serviks. Wanita yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker serviks adalah mereka yang pernah hamil sebanyak 3 kali atau hamil pertama kali pada usia di bawah 17 tahun. Wanita yang memiliki riwayat keluarga misalnya ibu atau saudara perempuan yang terkena kanker serviks berisiko terkena juga 2 hingga 3 kali lipat risikonya. Selain itu beberapa faktor lain yang meningkatkan risiko terkena penyakit ini adalah wanita yang melakukan hubungan seksual pertama kali di bawah usia 18 tahun, bergonta ganti pasangan, dan melakukan hubungan dengan pasangan yang tidak setia. Wanita yang merokok dan mengonsumsi obat oral kontrasepsi juga kemungkinan terkena kanker serviks lebih besar.

kanker-serviks

Gejala penyakit kanker serviks

Kebanyakan kasus kanker serviks tidak menunjukkan gejala yang khusus selama masa awal pertumbuhan kanker. Melakukan Pap screening adalah cara yang hingga kini masih dianggap paling baik untuk mendeteksi keberadaan sel kanker serviks pada tubuh wanita. Wanita yang berusia di atas 21 tahun disarankan untuk melakukan Pap screening secara rutin di rumah sakit dengan fasilitas tersebut. Hasil Pap screening untuk mendeteksi sel yang abnormal pada serviks memang tidak 100% akurat tetapi saat ini masih menjadi cara yang paling baik untuk mendeteksi kanker sedari awal, terutama untuk wanita dengan usia di atas 30 tahun dan memiliki kehidupan seksual yang aktif.

Jika kanker serviks sudah masuk ke tingkat selanjutnya, beberapa gejala yang mulai ditunjukkan adalah sebagai berikut:

1. Pendarahan pada vagina yang bukan merupakan darah menstruasi, setelah melakukan hubungan seksual, atau pasca menopause.

2. Keluarnya cairan pada vagina mirip keputihan hanya bentuknya lain dari biasanya, bisa berupa cairan yang cair atau tidak lengket, berwarna merah muda, serta baunya yang tidak sedap.

3. Sakit di area panggul pada saat melakukan hubungan seksual, atau pada kondisi lainnya.

Sedangkan gejala kanker serviks yang sudah masuk ke stadium lanjut biasanya penderita akan mengalami kelelahan, berat badan menurun, sakit pada punggung, kaki yang terasa sakit atau membengkak, keluarnya urine atau kotoran pada vagina, dan tulang retak.

Penyebab penyakit kanker serviks

Virus HPV atau human papillomavirus adalah jenis virus yang paling umum ditemukan menjadi penyebab dari kanker serviks. Tidak semua wanita yang memiliki virus ini dalam tubuhnya akan terkena kanker serviks karena umumnya pada kondisi tubuh dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, virus HPV akan bersih dari tubuh dalam periode waktu 12 hingga 18 bulan. Namun virus ini akan menyerang sel-sel di mulut rahim yang sehat dan menjadi kanker apabila orang tersebut memiliki kelainan pada sistem kekebalan tubuhnya misalnya penderita HIV AIDS, atau orang yang mengonsumsi obat-obatan yang bisa mencegah sistem kekebalan tubuh melawan virus HPV.

Virus HPV bisa ditularkan ke orang lain melalui kontak dengan kulit. Virus HPV sendiri ada lebih dari 100 jenisnya di mana ada 30 hingga 40 jenis virus HPV yang bisa ditularkan melalui kontak seksual. Dari semua jenis virus HPV yang ditemukan, ada sekitar 15 jenis yang bisa menyebabkan kanker serviks dan sisanya tidak menyebabkan timbulnya gejala pada yang tertular. Sekitar 80% wanita di seluruh dunia pernah memiliki virus HPV di dalam tubuhnya, dan ditemukan juga pada pria namun belum ada data yang akurat. Tetapi hanya sebagian kecil wanita dengan risiko kanker serviks yang tinggi benar-benar terkena penyakitnya.

Pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker serviks

Cara untuk mencegah agar tidak terkena kanker serviks adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual di bawah usia 18 tahun dan selalu menjaga daya tahan tubuh agar sistem imun tetap kuat saat ada virus HPV masuk ke dalam tubuh. Hindari hal-hal yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker serviks terutama yang sifatnya gaya hidup serta melakukan Pap screening secara rutin, disarankan untuk melakukan tes setiap satu tahun sekali agar apabila ditemukan perkembangan sel yang abnormal bisa mendapatkan penanganan. Penyembuhan kanker serviks pada umumnya sama dengan pengobatan kanker yaitu dengan dilakukan operasi, radiasi, atau kemoterapi untuk menghilangkan tumor kanker.