Kanker pita suara atau yang dikenal juga sebagai kanker laring merupakan kanker yang tumbuh sekaligus berkembang pada area laring. Laring atau pita suara berada pada bagian depan tenggorokan. Maka dari itu kanker laring sangat berbahaya bagi penderitanya, dan juga dapat menimbulkan dampak yang sangat buruk terhadap fungsi tenggorokan.

kanker-pita-suara

Gejala Kanker Laring

Perubahan suara

Kanker laring memiliki gejala utama yang paling mudah diamati yakni terjadinya perubahan suara. Perubahan suara ini dapat digolongkan menjadi serak, kesulitan berbicara atau bahkan kehilangan suara dalam waktu lebih dari tiga minggu. Namun, untuk memastikannya dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut mengingat beberapa penyakit ringan seperti batuk atau radang tenggorokan juga menimbulkan gejala yang sama.

Sulit Menelan Makanan dan Minuman

Gejala yang kedua ini dapat disadari secara bertahap. Mulai dari adanya rasa mengganjal di tenggorokan sampai merasakan tersendat maupun sama sekali tidak bisa menelan makanan. Terkadang Anda bahkan juga merasakan gejala lain yang menyertai seperti ada makanan menyangkut dalam tenggorokan.

Selain dari dua gejala umum tersebut, masih ada beberapa gejala lain yang umumnya menyertai, seperti batuk-batuk, penurunan berat badan hingga napas pendek.

Penyebab Kanker Laring

Kebiasaan Merokok

Salah satu penyebab yang menjadi pemicu kanker laring yang paling umum ditemukan adalah kebiasaan
merokok. Dimana rokok memang dapat dikatakan menjadi pemicu utama dari kanker ini.

Konsumsi Minuman Beralkohol

Selain rokok, kebiasaan mengonsumsi alkohol juga dapat merusak saraf, mengurangi tingkat kesadaran dan tentunya menyebabkan kanker laring. Memang alkohol terkenal tidak baik dikonsumsi, bukan hanya akan memberikan kerugian yang bisa mengganggu orang lain, tetapi juga terhadap orang yang mengonsumsinya sendiri. Berdasarkan sejumlah penelitian, orang yang gemar mengonsumsi alkohol cenderung 3 kali lebih beresiko untuk terserang kanker laring. Hal tersebut bukan hanya berlaku bagi pecandu alkolohol, akan tetapi juga para peminum pemula dengan porsi yang mungkin hanya 1-2 gelas setiap hari. Terlebih jika orang tersebut merupakan peminum yang juga perokok aktif.

Konsumsi Makanan yang Mengandung Bahan Kimia

Tidak hanya sebatas rokok atau alkohol, namun makanan juga menjadi salah satu penyebab penyakit kanker ini. Khususnya untuk makanan yang terlalu banyak mengandung bahan kimia layaknya makanan yang ditambahi zat pewarna dan sejenisnya.

Riwayat Keluarga

Jangan menyepelekan riwayat keluarga yang sempat menderita penyakit serupa, karena hal tersebut juga menjadi salah satu penyebab kanker ini. Terutama jika anggota keluarga yang memiliki riwayat kanker laring adalah ayah, ibu, kakak atau adik. Hal ini dapat meningkatkan risiko menjadi 2 kali lipat.

Pencegahan Kanker Laring

Memperhatikan kesehatan, khususnya kesehatan tenggorokan merupakan tindakan pencegahan paling tepat. Caranya yakni menghindari faktor-faktor yang menjadi penyebab kanker laring seperti menghindari konsumsi alkohol, tidak merokok dan mengonsumsi makanan sehat tanpa bahan kimia. Tidak hanya itu, jangan lupa untuk memahami bagaimana gejala-gejala dari kanker laring. Dengan mengingat dan memahami gejala-gejala tersebut, setidaknya Anda akan mampu mengantisipasi kanker ini sebelum menyebar dan menjadi semakin ganas sehingga sulit untuk ditangani.

Pengobatan Kanker Laring

Jika Anda didiagnosis mengidap jenis kanker yang menyerang pita suara ini, dokter umumnya memberi pengobatan yang dianggap sesuai tingkatan kanker yang sedang Anda derita. Adapun penentuan tingkat atau stadium kanker sangat berpengaruh pada jenis pengobatan seperti apa yang dinilai cocok dijalani oleh pasien. Akan tetapi, kondisi sel kanker dalam tenggorokan sekaligus kondisi tubuh sangat mempengaruhi penentuan jenis pengobatan yang nantinya akan dokter berikan.
Pengobatan kanker laring dapat dilakukan melalui terapi radiasi menggunakan sinar berenegeri tinggi atau sinar X yang diarahkan menuju sel kanker. Dengan demikian sel kanker pada area laring akan mati terkena efek sinar tersebut. Namun, memang metode terapi menggunakan sinar X baru dapat dilakukan ketika sel kanker dalam tenggorokan masih berukuran kecil. Sedangkan ketika kanker pita suara sudah membesar, tindakan yang akan dilakukan perlu mengombinasikan antara terapi sinar X dengan jenis pengobatan lain seperti kemoterapi hingga tindakan bedah atau operasi.