Kanker otak adalah jenis kanker yang secara khusus terjadi di otak baik kanker primer atau kanker sekunder. Kanker pada otak bisa menyebabkan gangguan fungsi pada bagian tubuh lainnya termasuk bicara, berpikir, dan juga pergerakan karena otak merupakan bagian dari sistem saraf pusat pada tubuh manusia. Kanker otak sekunder lebih banyak terjadi dibandingkan dengan kanker otak primer. Kanker primer adalah tumor yang tumbuh asalnya dari otak sedangkan kanker otak sekunder, tumor biasanya tumbuh di bagian tubuh yang lainnya misalnya paru-paru, dada/payudara, atau usus besar kemudian menyebar ke otak. Dokter biasanya mengklasifikasikan kanker otak menjadi dua jenis yaitu low-grade tumor yang tumbuh dengan perlahan, dan high-grade tumor di mana tumor bertambah besar dengan cepat. Lebih spesifik lagi, jenis kanker otak ada banyak jenisnya tergantung dari mana tumor pertama kali tumbuh. Secara umum jenis kanker otak berdasarkan tempat tumbuhnya tumor dibagi menjadi glioma dan non-glioma.

kanker otak

Gejala kanker otak

Gejala yang terjadi pada penderita kanker otak bisa bersifat umum dan bersifat spesifik. Gejala juga bisa disebabkan karena tekanan tumor ke otak atau tulang belakang, atau karena adanya gangguan fisik yang disebabkan karena kerusakan otak akibat tumor. Banyak pasien kanker otak yang datang ke dokter mengeluhkan sakit kepala yang tidak biasa. Beberapa gejala kanker yang biasa terjadi pada pasien kanker otak adalah sebagai berikut:

1. Sakit kepala yang kadang terasa lebih parah jika melakukan aktivitas atau terjadi pada pagi hari

2. Kehilangan kesadaran, kejang, kehilangan kontrol atas anggota tubuh, bisa tidak bisa bernapas hingga waktu 30 detik

3. Perubahan terhadap sensor panca indera tanpa kehilangan kesadaran

4. Anggota tubuh yang bergerak sendiri tanpa sadar, misalnya mata yang kedutan atau tangan yang terhentak-hentak

5. Perubahan kepribadian atau memori

6. Kelelahan, dan mual serta muntah

Gejala yang lebih spesifik dan biasanya dirasakan di area yang dekat dengan tumor, antara lain adalah:

1. Sakit kepala atau adanya rasa ditekan

2. Kehilangan keseimbangan

3. Otot yang melemah

4. Kebutaan sebagian atau kebutaan penuh

5. Ketidakmampuan untuk mendongak ke atas

6. Keluarnya cairan pada payudara wanita

7. Sulit menelan

8. Wajah membengkak

9. Gangguan penglihatan.

Penyebab kanker otak

Apa yang menyebabkan seseorang bisa terkena kanker ini sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Kanker otak terjadi akibat perkembangbiakan sel yang di luar kendali sehingga mengganggu sel-sel yang masih sehat sehingga menyebabkan tumbuhnya tumor pada otak. Namun ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker otak. Dengan mengetahui faktor risiko tersebut Anda bisa lebih waspada terhadap pilihan gaya hidup yang Anda jalankan. Beberapa faktor risiko penyebab kanker otak adalah:

1. Anak kecil dan orang dewasa berjenis kelamin pria lebih banyak mengalami kanker otak dibandingkan wanita atau manula

2. Terkontaminasi cairan pelarut, pestisida, produk minyak, karet, atau vinyl bisa jadi meningkatkan risiko kanker otak

3. Faktor keturunan

4. Terinfeksi virus EBV dan CMV yang kadang ditemukan pada jenis kanker otak tertentu

5. Akumulasi kontaminasi gelombang elektromagnetik

6. Penggunaan radiasi pada kepala misalnya X-ray

7. Cedera kepala berat.

Pencegahan dan cara penyembuhan kanker otak

Mencegah agar tidak kena kanker otak adalah dengan menjaga gaya hidup tetap sehat agar tubuh memiliki sistem imun yang bagus dan bisa menghilangkan sel-sel kanker sebelum tumbuh menjadi tumor. Pengobatan kanker otak melibatkan beberapa dokter kanker yang metode pengobatannya didasarkan pada tingkat kanker yang diderita, ukuran dan juga tipe tumor, apakah tumor menekan bagian vital pada otak, apakah tumor sudah menyebar ke bagian sistem saraf yang lain atau tidak, adanya kemungkinan efek samping pengobatan, serta kondisi pasien secara keseluruhan.

Apabila kanker yang diderita masih pada tingkat stadium awal, biasanya tim dokter hanya akan melakukan operasi untuk mengangkat tumor yang ukurannya masih kecil dan belum menyebar ke tempat lain. Pengobatan kanker dengan radioterapi atau kemoterapi biasanya dilakukan pada pasien yang tumornya masih ada yang tersisa dan tidak bisa diangkat dengan operasi, atau pasien dengan kondisi tubuh yang lemah dan tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Penyembuhan juga dilakukan pasca operasi untuk merawat gejala dan juga efek samping yang dialami pasien kanker otak.