Apa Itu Kanker Darah

Kanker darah dibagi menjadi 3 kelompok utama, yaitu leukimia, limfoma, dan myeloma. Kanker ini merupakan istilah umum untuk kanker yang mempengaruhi darah, sumsum tulang dan sistem limfatik. Cukup disayangkan karena jenis kanker ini diderita oleh banyak orang. Jenis kanker darah myeloma adalah kanker darah yang bisa dibilang kurang umum. Sebelum membahas gejala dan pengobatan kanker darah, berikut diberikan ulasan lebih lanjut mengenai leukimia, limfoma, dan myeloma.

kanker darah

Leukemia

Leukemia adalah kanker darah yang mempengaruhi sel-sel darah putih. Padahal sel darah putih memiliki peran penting dalam melawan infeksi dan menjadi bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang dibuat di sumsum tulang. Penderita leukimia akan menghasilkan sel-sel darah putih yang belum matang dalam jumlah yang abnormal. Sel-sel darah putih yang dihasilkan tersebut akan menyumbat sumsum tulang dan menghentikan sumsum tulang dalam membuat sel-sel darah lainnya yang dibutuhkan untuk sistem kekebalan tubuh. Leukemia kronis berkembang lebih lambat, selama beberapa bulan atau tahun. Ada 4 jenis leukimia, yaitu leukemia myeloid akut (AML), leukemia limfoblastik akut (ALL), kronis leukemia myeloid (CML), dan kronis leukemia limfositik (CLL).

Limfoma

Limfoma merupakan jenis kanker darah yang mempengaruhi sistem limfatik yang menjadi bagian penting sistem kekebalan tubuh dan berfungsi melindungi tubuh  dari infeksi penyakit. Penderita limfoma memproduksi terlalu banyak sejenis sel darah putih atau limfosit. Limfoma bisa berkembang di banyak bagian tubuh dan termasuk kelenjar getah bening, sumsum tulang, darah, limpa dan organ lainnya. Non-Hodgkin lymphoma (NHL) dan limfoma Hodgkin merupakan jenis utama dari limfosit.

Myeloma

Myeloma merupakan kanker darah sel-sel plasma. sel plasma ditemukan di sumsum tulang dan menghasilkan antibodi yang membantu melawan infeksi. Diketahui risiko myeloma meningkat seiring pertambahan usia.

Gejala Penyakit Kanker Darah

Gejala kanker darah bisa dibilang cukup spesifik, diantaranya:

  • demam, menggigil
  • muncul rasa lelah dan lemah
  • kulit gatal atau ruam kulit
  • keringat malam
  • kehilangan nafsu makan dan muncul rasa mual
  • rasa tidak nyaman pada perut
  • penurunan berat badan secara drastis
  • nyeri tulang atau nyeri sendi
  • sesak napas
  • sakit kepala
  • sering infeksi pada luka
  • pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, dan selangkangan

Penyebab Penyakit Kanker Darah

Penyebab kanker darah sebenarnya belum diketahui pasti. Namun, berikut sejumlah faktor yang diduga meningkatkan risikonya:

  • faktor keturunan
  • kelainan genetik
  • pernah menjalani pengobatan kanker
  • pengaruh kelainan darah yang diderita
  • merokok
  • pernah mengalami paparan radiasi tingkat tinggi atau zat kimia tertentu

Pencegahan Penyakit Kanker Darah

Mengingat kanker darah termasuk penyakit berbahaya, upaya pencegahan sebaiknya dilakukan. Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan olahraga teratur, diet, menghindari rokok dan alkohol, menghindari zat karsinogenik, dan deteksi dini.

Cara Menyembuhkan Kanker Darah

Pengobatan tergantung dengan jenis kanker darah yang akan diobati. Pengobatan yang paling umum dilakukan diantaranya yaitu kemoterapi, radioterapi, dan transplantasi untuk beberapa kasus sel batang atau sumsum tulang.

Kemoterapi

Kemoterapi mencakup pengonsumsian obat yang bermanfaat menghancurkan sel-sel kanker guna memperlambat perkembangan penyakit secara signifikan. Pengobatan kemoterapi bisa dilakukan sendiri, namun bisa juga dikombinasikan dengan perawatan lain seperti radioterapi. Kemoterapi difokuskan guna menyerang sel-sel abnormal yang tumbuh dan berkembang biak dengan cepat. Pengobatan ini bisa menimbulkan efek samping seperti kelelahan, mual, dan rambut rontok.

Radioterapi

Radioterapi bekerja dilakukan menggunakan sinar-X berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Radiasi disasarkan pada area yang tepat agar efektif. Pengobatan radioterapi bisa dilakukan untuk mengobati leukimia dan limfoma. Radioterapi sering kali juga dilakukan pada pasien yang akan menjalani transplantasi darah sel induk dan sumsum tulang. Hanya saja pengobatan radioterapi berisiko pula merusak sel-sel normal dan menimbulkan efek samping seperti kelelahan, mual, dan rambut rontok.