Infeksi darah atau sepsis adalah kondisi yang cukup serius yang menyerang kekebalan tubuh. Jika segera ditangani maka kemungkinan untuk sembuh total dari penyakit ini sangat besar namun jika tidak diindahkan maka akibat fatal dari sepsis bisa terjadi. Oleh sebab itu, sekecil apapun keluhan yang dialami, segera periksakan ke pihak medis yang akan mendiagnosa permasalahan kesehatan Anda dan menentukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya. Penyakit ini memiliki nama yang bermacam-macam, mulai dari sepsis, infeksi darah, bakterikimia, hingga infeksi darah yang menuju ke sepsis.

Awal mula gejala yang ditimbulkan oleh penyakit infeksi darah hampir sama dengan gejala flu ringan. Jika tidak segera ditangani maka besar kemungkinan infeksi ini akan berdampak fatal bagi tubuh pasien. Kita bisa mengetahui bahwa gejala yang menimpa bukanlah gejala flu biasa. Flu karena sepsis datang secara mendadak yang disebabkan oleh bakteri atau jamur sedangkan flu karena influenza disebabkan oleh bakteri bernama rhinovirus yang datang dengan beberapa tahapan mulai dari tahap awal, ke puncak, lalu cooling down dan si pasien pun akan sembuh dalam beberapa hari.

Gambaran dari penyakit infeksi darah ini adalah sistem kekebalan tubuh tidak merespon bakteri atau jamur penyebab infeksi darah tetapi membiarkannya. Kenapa? Karena sistem imun tubuh telah menurun. Kemudian terbentuklah gumpalan yang akan menghambat aliran darah dalam pembuluh darah sehingga oksigen pun tidak terdistribusi secara sempurna. Apa akibatnya jika oksigen tidak terdistribusi secara sempurna? Organ-organ tubuh akan mengalami penurunan fungsi dan akan memperburuk kondisi fisik tubuh secara keseluruhan.

Gejala Infeksi Darah

Gejala infeksi darah yang perlu kita waspadai adalah:

– Suhu tubuh yang tinggi/ hipertemia dan juga rendah atau demam ringan.

– Jantung berdenyut tidak seperti biasanya, tetapi jauh lebih cepat.

– Tempo nafas lebih pendek

– Jumlah sel darah putih lebih tinggi dari jumlah normalnya

– Produksi urine menurun

– Batuk berkepanjangan.

– Ruam dan bintik-bintik merah gelap pada kulit.

– Nyeri pada bagian pergelangan tangan, siku, pinggul, punggung, dan juga lutut.

– Pusing, bingung dan lain sebagainya.

Penyebab Infeksi Darah

Bakteri dan jamur tidak ditemui dalam pembuluh kapiler darah.
Ada beberapa hal yang memungkinkan masuknya kedua benda tersebut ke dalam pembuluh darah, antara lain:

Pada saat operasi. Biasanya operasi akan berhubungan dengan proses pembedahan untuk merelokasi jaringan tertentu. Setelah proses pembedahan maka bagian tubuh tersebut akan dijahit. Selepas dijahit dan saat bagian tubuh tersebut masih lembab maka sangat mungkin untuk terkena infeksi.

Cara lain bakteri masuk dalam pembuluh darah adalah melalui membran mukosa yang berarti akan masuk melalui mata, mulut, kult, hidung, dan juga paru-paru. Pada umumnya, saat tubuh terserang penyakit tertentu, maka akan cukup banyak sel darah putih yang berkumpul dan bersiaga untuk melawan penyakit itu. Itulah kenapa saat sepsis terjadi jumlah sel darah putih akan lebih tinggi dibandingkan dengan saat dalam kondisi normal.
Kedua benda tersebut masuk melalui makanan apapun yang telah terkontaminasi.

Ya, bakteri dan jamur adalah penyebab utama terjadinya infeksi darah. Kedua benda tersebut adalah pemicu terjadinya infeksi darah. Penyakit apapun itu yang sedang dialami tubuh, selama berpotensi menyebabkan sistem imun tubuh melemah maka dapat menyebabkan sepsis.

Cara Mengatasi Infeksi Darah atau Sepsis

Penanganan medis yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menyuntikkan antibiotic yang digunakan untuk menetralisir bakteri serta jamur yang ada dalam pembuluh darah. Proses ini akan dilakukan di rumah sakit dengan metode injeksi intravena agar lebih tepat sasaran. Pasien yang telah mendapatkan injeksi tersebut diminta untuk opname beberapa hari di rumah sakit agar tim medis bisa mengetahui perkembangan pasien yang bersangkutan.

Penanganan yang kedua dilakukan dengan meminta pasien mengonsumsi obat-oatan penurun tekanan darah agar jumlah bakteri atau jamur semakin terkendali.

Keberhasilan tindakan yang dilakukan kepada pasien yang mengidap infeksi darah sangat dipengaruhi oleh usia pasien yang bersangkutan serta ada tidaknya penyakit serius yang dideritanya. Jika pasien terbebas dari berbagai jenis penyakit berbahaya, maka kemungkinan untuk sembuh akan semakin cepat.

Mari menjaga kebersihan dan juga pola hidup sehat sejak saat ini juga agar terhindar dari infeksi darah yang berbahaya.