HIV AIDS adalah penyakit yang merupakan tahap akhir dari infeksi virus HIV dan menyerang bahkan merontokkan sistem kekebalan tubuh manusia sehingga manusia tidak memiliki benteng untuk melindungi diri dari berbagai bakteri, kuman, virus, dan juga parasit yang masuk ke dalam tubuh dan membentuk penyakit. AIDS memiliki kepanjangan Acquired Immune Deficiency Syndrome dan telah menyerang jutaan penduduk di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Seseorang dinyatakan memiliki AIDS apabila terinfeksi virus HIV dan hanya memiliki sel CD4 di bawah 200 jumlahnya. Sel CD4 merupakan sel pertahanan tubuh yang disebut juga dengan Sel-T atau T-cell. Selain itu seseorang juga dinyatakan mengidap penyakit HIV AIDS apabila setelah terinfeksi HIV ia mengalami berbagai macam infeksi lainnya hingga mengidap kanker.

hiv aids

Gejala penyakit HIV AIDS

Gejala penyakit HIV AIDS lebih banyak ditunjukkan oleh gejala-gejala infeksi yang normalnya tidak terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang bagus. Infeksi semacam ini disebut dengan infeksi oportunis. Pasien yang mengidap HIV AIDS di mana sistem kekebalan tubuhnya sudah hancur karena virus HIV sangat mudah mengalami gejala infeksi oprtunis tersebut. Umumnya gejala yang ditunjukkan adalah demam tinggi, mudah berkeringat terutama pada malam hari, kelenjar-kelenjar yang membengkak, badan menggigil, tubuh terasa lemas, dan juga berat badan yang turun drastis.

Jika Anda mengalami gejala-gejala umum penyakit HIV AIDS di atas, segera lakukan tes-tes HIV di rumah sakit untuk diagnosa yang tepat. Tetapi pada umumnya, seseorang yang masih baru terinfeksi HIV tidak menunjukkan gejala apa pun. Sebagian besar gejala baru muncul bahkan bertahun-tahun antara waktu infeksi HIV dengan berkembangnya virus menjadi HIV AIDS. Gejala yang biasa timbul pada seseorang yang sudah terinfeksi HIV biasanya menyerupai flu yang terjadi sekitar 2 minggu setelah infeksi.

Penyebab penyakit HIV AIDS

HIV adalah virus yang sudah menginfeksi lebih dari 47 juta manusia sejak ditemukannya infeksi pertama dan terjadi di seluruh dunia dan menjadi penyebab kematian nomor 5 di Amerika Serikat. HIV memiliki kepanjangan Human Immunodeficiency Virus yang merontokkan sistem kekebalan tubuh manusia sehingga tubuh orang yan terinfeksi menjadi sangat berisiko terkena berbagai infeksi dan juga kanker. Hal-hal yang tadinya tidak berbahaya bagi manusia dan rendah risikonya menyebabkan infeksi pada manusia dengan sistem imun yang baik menjadi sangat berbahaya bagi penderita HIV AIDS dan bisa menjadi penyakit yang mematikan.

HIV adalah penyakit yang menular dan bisa ditemukan di air liur, air mata, darah, jaringan sistem saraf, air mani, cairan vaginal pada wanita, dan juga ASI. Meski begitu, sampai saat ini hanya interaksi dengan air mani, darah, cairan vaginal, dan juga ASI yang bisa menularkan HIV AIDS kepada orang lain. Hal-hal yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus HIV adalah dengan melakukan hubungan seksual dengan orang yang sudah terinfeksi baik secara oral, anal, maupun vagina, melalui transfusi darah atau penggunaan jarum suntik secara bergantian, pemberian ASI oleh wanita yang terinfeksi, dan penularan melalui ibu hamil ke anak yang dikandungnya.

Pencegahan penyakit AIDS

AIDS adalah penyakit yang bisa dicegah dengan kedisiplinan dan pengendalian diri yang cukup ketat. Untuk menghindari penyakit ini Anda sebaiknya melakukan hal-hal di seperti berikut:

1. Tidak melakukan hubungan seksual yang bersifat penetrative dengan orang yang dicurigai atau punya risiko terkena HIV AIDS, dengan partner yang berganti-ganti, dengan partner yang tidak setia, dan orang yang menggunakan obat infus.

2. Jika menggunakan obat, jangan menggunakan jarum suntik secara bergantian dan berkali-kali.

3. Jika sudah terinfeksi HIV sebaiknya jangan melakukan donor darah, donor sperma, plasma, atau melakukan donor organ, dan tidak melakukan hubungan seksual dengan orang sehat tanpa perlindungan seperti menggunakan kondom.

4. Hindari melakukan kontak langsung dengan darah atau luka yang terjadi pada seseorang dengan status HIV yang belum diketahui. Pakai sarana pengaman apabila Anda ingin melakukan perawatan kepada orang yang terluka.

5. Wanita yang sudah terinfeksi HIV tidak boleh memberikan ASI.

Cara menyembuhkan HIV AIDS

HIV AIDS adalah penyakit yang sampai sekarang belum ada obatnya, namun beberapa metode pengobatan diberikan kepada pasien AIDS untuk menekan jumlah virus lebih banyak dan memperpanjang harapan hidup dengan menekan gejala-gejala infeksi yang dialami hingga bertahun-tahun. Pengobatan yang dilakukan kepada penderita HIV AIDS adalah untuk menjaga jumlah T-cell berada di atas 200 dengan syarat obat yang diberikan harus diminum setiap hari.