Bayi prematur sering kali terjadi di setiap 1.000 kelahiran di Indonesia. Banyak hal yang bisa menjadi penyebab terjadinya kelahiran bayi sebelum waktunya ini. Bahkan, menurut data WHO, Indonesia berada di urutan kelima dari sepuluh negara dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia. Sebenarnya, apa penyebab bayi terlahir secara prematur? Lalu, bagaimana cara mengatasi dan mencegahnya? Dalam artikel ini akan dibahas tuntas mengenai segala tentang bayi yang terlahir secara prematur.

Ciri-ciri Bayi Lahir Prematur

Pada umumnya, bayi yang lahir secara prematur mempunyai ciri-ciri tertentu. Berikut ini beberapa di antaranya:

– Lahir pada usia kandungan 28–36 minggu.
– Mempunyai berat badan di bawah 2,5 kg dan ukuran bayi masih kecil.
– Kulit tampak tipis karena belum terbentuk sempurna sehingga pembuluh darah tampak dari luar.
– Kulit tampak berwarna merah.
– Mempunyai suhu tubuh yang relatif rendah.
– Organ paru-paru belum terbentuk sempurna sehingga pernafasan mengalami gangguan.
– Mempunyai daya refleks sangat rendah, terutama refleks hisap dan menelan, sehingga perlu diberi infus.
– Seluruh tubuh akan tertutupi rambut halus (lanugo).
– Tulang telinga tampak elastis dan sangat lentur.
– Garis tangan dan kaki sangat tipis, bahkan cenderung samar.
– Pola tidur lebih banyak daripada yang terlahir normal.
– Ukuran kepala tidak proporsional dibanding tubuhnya, lebih besar atau lebih kecil.
– Tubuh tampak kurang berisi dan kulit tidak kencang.
– Tidak memiliki bulu mata dan bola mata tampak menonjol keluar.

Penyebab Bayi Terlahir Prematur

Sebenarnya, belum ada penemuan penelitian yang menyebutkan tentang penyebab bayi prematur.
Namun, dari fakta di lapangan, seorang ibu yang melahirkan bayi secara prematur biasanya terjadi pada hal-hal berikut ini:

– Kelahiran prematur pada kehamilan sebelumnya.
– Pernah melahirkan bayi kembar sebelumnya.
– Jarak kehamilan sebelumnya kurang dari 6 bulan.
– Mengalami keguguran atau aborsi secara berulang.
– Infeksi dikarena ibu merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang pada saat hamil.
– Faktor psikologi seperti stres, depresi, di bawah tekanan, dan sebagainya.
– Saat hamil, air ketuban sangat sedikit.
– Kesehatan ibu hamil yang sangat kurang.

Risiko Bayi Terlahir Prematur

Saat bayi terlahir secara prematur, sebagai orang tua, Anda harus waspada dengan adanya gangguan tumbuh kembang bayi pada jangka panjang.
Berikut ini beberapa gangguan yang mungkin terjadi.

– Hilangnya daya dengar dan adanya kelainan saraf di retina mata.
– Terganggunya perkembangan bahasa bayi, termasuk pemahaman kalimat, mengekspresikan bahasa, mengolah kata, dan sebagainya. Hal ini akan berlanjut hingga anak mencapai usia sekolah.
– Mengalami gangguan motorik meskipun tingkat intelegensianya normal, hiperaktif, kurang tekun, dan sebagainya.
– Mengalami gangguan saat usia sekolah dasar, misalnya sulit berkonsentrasi, kurang cerdas secara motorik, dan lemah dalam hal visual spasial.
– Memiliki masalah emosional dengan teman, guru, maupun orang tua.

Cara Menangani Bayi yang Lahir Prematur

Jika bayi terlahir prematur harus segera ditangani dengan cara berikut:

– Memberikan bantuan alat seperti penyinaran jika jumlah bilirubin tinggi atau memberi antibiotik jika terjadi infeksi.
– Melakukan terapi kangaroo mother care, yaitu bayi dipeluk ibu skin to skin contact.
– Memberikan ASI sesering mungkin karena ASI mengandung obat bagi bayi.

Cara Mencegah Agar Bayi Tidak Lahir Prematur

Melahirkan bayi yang lahir secara prematur tentu merupakan hal yang tidak kita inginkan.
Untuk itu, Anda harus berusaha melakukan berbagai cara pencegahan berikut:

– Menjaga kebersihan mulut dan gigi. Ibu hamil harus rajin menggosok gigi sedikitnya dua kali sehari.
– Jangan sekali-kali meninggalkan sarapan selama masa kehamilan. Sebab, sarapan merupakan penghasil energi utama bagi ibu untuk melakukan semua aktivitas.
– Rajin untuk menimbangkan berat badan selama kehamilan untuk melihat kenormalan kenaikannya.
– Rajin kontrol ke dokter untuk mengetahui kondisi janin di dalam kandungan.
– Minum air putih yang banyak sehingga terhindar dari dehidrasi.
– Jangan merokok atau meminum minuman keras.
– Memberi injeksi untuk membantu perkembangan paru-paru saat diketahui bayi akan terlahir prematur.

Itulah beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui mengenai bayi prematur.