Demam berdarah adalah penyakit infeksi yang disebarkan oleh nyamuk betina Aedes aegypti dan kadang disebabkan juga oleh nyamuk Aedes Albopictus meskipun dalam jumlah kasus yang lebih sedikit. Penyakit ini telah tersebar di banyak wilayah di seluruh dunia khususnya pada lingkungan urban dan semi-urban baik di negara tropis maupun sub-tropis. Nyamuk penyebab demam berdarah juga menyebabkan infeksi penyakit chikungunya, penyakit demam kuning, dan juga Zika. Saat ini wilayah yang memiliki tingkat kasus demam berdarah tertinggi adalah negara-negara di Asia dan juga Amerika Latin di mana demam berdarah menjadi penyebab nomor satu anak-anak masuk ke rumah sakit.

demam berdarah

Penyebab demam berdarah

Demam berdarah dengue umumnya disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti betina yang terinfeksi oleh virus demam berdarah. Sebelum virus tersebut bisa ditularkan kepada manusia, virus demam berdarah dengue membutuhkan waktu inkubasi sekitar 4 hingga 10 hari. Nyamuk Aedes aegypti mendapatkan virus demam berdarah dari meminum darah manusia yang sudah terinfeksi di mana tubuh manusia adalah pembawa dan tempat perkembangbiakan virus yang baik kemudian ditularkan ke manusia lain yang masih sehat.

Habitat nyamuk Aedes aegypti biasanya adalah di wadah-wadah berair yang ditemukan di sekitar tempat tinggal manusia dan melakukan kembang biak di sana. Tidak seperti kebanyakan spesies nyamuk yang lainnya, nyamuk Aedes aegypti aktif di siang hari dan biasanya mencari darah manusia pada pagi hari hingga sore hari sebelum matahari tenggelam. Sedangkan spesies nyamuk satunya yang menyebabkan demam berdarah yaitu Aedes albopictus yang awalnya hanya ditemukan di Asia kini sudah menyebar ke Amerika Utara dan lebih dari 25 negara di benua Eropa.

Gejala demam berdarah

Demam berdarah dengue adalah penyakit yang serupa dengan influenza dan mudah menyerang bayi, anak kecil, dan juga pada usia dewasa namun angka kematiannya terbilang rendah. Ciri-ciri demam berdarah yang mesti Anda waspadai adalah apabila mengalami demam tinggi hingga 40 derajat celcius. Demam juga biasanya dibarengi dengan ciri-ciri demam berdarah lainnya seperti sakit kepala luar biasa, di belakang mata terasa sakit, sakit pada otot-otot dan persendian, mual, muntah, dan kelenjar yang terlihat membengkak. Gejala yang terjadi pada penderita demam berdarah umumnya terjadi selama dua hingga 7 hari setelah masa inkubasi virus yaitu selama 4 hingga 10 hari setelah tergigit nyamuk penyebab demam berdarah.

Penderita demam berdarah yang parah akan merasakan tambahan gejala seperti kelainan pada pernapasan, pendarahan hebat, atau kerusakan fungsi pada organ atau fungsi organ yang melemah. Penderita demam berdarah harus makin waspada apabila gejala yang dirasakan berupa sakit luar biasa pada area perut, muntah berkelanjutan, napas yang cepat-cepat, gusi berdarah, kelelahan, gelisah, hingga muntah darah

Perawatan demam berdarah

Tidak ada perawatan khusus yang diberikan kepada pasien dengan demam berdarah dengue. Namun dengan pengobatan yang intensif dan dilakukan dengan cepat setelah terinfeksi bisa meningkatkan tingkat kesembuhan dan menurunkan risiko kematian. Kunci dari pengobatan demam berdarah adalah menjaga agar tubuh memiliki volume cairan yang cukup.

Pada tahun 2015 hingga awal tahun 2016, vaksin demam berdarah pertama yaitu Dengvaxia (CYD-TDV) yang dibuat oleh Sanofi Pasteur didaftarkan di beberapa negara untuk diberikan pada masyarakat yang berusia 9 hingga 45 tahun. Sedangkan vaksin demam berdarah yang lain masih dalam tahap pengembangan dan pengujian secara klinis di mana penelitian dan pengembangan terhadap vaksin demam berdarah dengue ini mendapatkan bantuan dan dukungan dari WHO bagi negara-negara ataupun ilmuwan yang melakukan penelitian.

Untuk saat ini, yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyebaran demam berdarah semakin meluas adalah dengan hal-hal berikut ini:

1. Menciptakan lingkungan yang tidak mendukung nyamuk-nyamuk pengidap demam berdarah untuk berhabitat dan berkembang biak.

2. Membuang sampah berbentuk padat dengan baik agar tidak menjadi sarang nyamuk.

3. Menutup, mengosongkan, dan membersihkan wadah-wadah tempat penyimpanan air secara berkala dan rutin.

4. Memberikan insektisida untuk tempat penyimpanan air outdoor.

5. Gunakan pelindung nyamuk misalnya menggunakan pakaian lengan panjang, menggunakan tirai anti nyamuk, dan juga semprotan serangga.