Penyakit empedu dalam istilah medis dikenal dengan koletiasis. Koletiasis merupakan kondisi seseorang dimana pada bagian organ kantung empedu, terjadi penumpukan kristalin. Empedu sendiri berbentuk cairan dan terdapat pada kantong empedu. Fungsi empedu tersebut berkaitan dengan kemudahan dalam mencerna lemak. Namun, ketika cairan tersebut berubah menjadi kristal atau batu, maka sebaiknya perlu segera dilakukan pemeriksaan ke dokter.


Gejala Penyakit Batu Empedu

Sakit perut

Kolestiasis merupakan penyakit yang dapat dialami oleh siapapun, dan lebih banyak terjadi pada kaum wanita. Gejala-gejala yang ditimbulkan dari kolestiasis dapat memicu gejala lanjutan. Adapun gejala awal yang menyerang adalah sakit pada bagian perut. Rasa sakit muncul secara bekala. Misalnya, saat ini Anda merasa sakit, namun di kemudian hari tidak, dan rasa sakit pada perut muncul kembali. Sakit yang dirasakan bisa berlangsung sebentar, seperti dalam beberapa menit, ataupun lama, hingga satu jam lebih. Dan jika Anda tetap merasakan sakit setelah buang air besar, kemungkinan Anda mengalami Batu empedu.

Gejala sakit perut adalah gejala awal yang dialami penderita penyakit batu empedu. Jika gejala awal tersebut diabaikan, maka dapat menimbulkan gejala lanjutan seperti berikut ini.

Mengalami demam

Sakit demam yang wajar tentu tidak akan terjadi selama berhari-hari. Dua sampai tiga hari asalkan beristirahat dengan cukup, demam dapat sembuh. Namun, jika demam yang dialami membuat suhu tubuh meninggi, bisa jadi sebagai gejala lanjutan dari penyakit batu empedu.

Mengalami sakit perut yang tidak biasa

Gejala sakit perut pada penderita penyakit batu empedu tentunya berbeda dengan rasa sakit perut akibat salah makan, telat makan, ataupun kekenyangan. Gejala sakit perut pada penyakit ini membuat Anda merasa tidak nyaman dan juga terjadi secara berkala yang pada akhirnya sakit perut ini menjadi lebih sering terjadi.

Penyebab Penyakit Batu Empedu

Agar bisa mencegah diri kita dari penyakit batu empedu atau koletiasi, ada baiknya jika kita mengenali hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit ini. Penyebab penyakit batu empedu diantaranya sebagai berikut.

Sering mengkonsumsi makanan berkolesterol

Bagi Anda yang hobi mengkonsumsi makanan berkolesterol, maka Anda perlu berhati-hati. Penyakit batu empedu mudah menyerang mereka yang memiliki kadar kolestrol tinggi. Jika di dalam tubuh Anda terdapat kandungan kolesterol tinggi, kelebihan kolesterol tersebut dapat tertimbun dan mengeras di organ kantong empedu, sehingga menyebabkan penyakit batu empedu.

Resiko meningkat pada mereka yang berusia empat puluh tahun keatas

Bagi Anda yang telah memasuki usia kepala empat, penyakit batu empedu lebih mudah menyerang. Dengan demikian, ada baiknya sejak usia muda, Anda lebih menyadari akan pola hidup sehat. Konsumsilah makanan dan minuman yang bergizi dan kurangi asupan makanan berkolesterol.

Waspada bagi penderita obesitas

Koletiasis dapat dialami oleh mereka yang mengalami obesitas, kegemukan, atau memiliki berat badan berlebih sehingga membuat beberapa organ bekerja secara tidak teratur, termasuk kantung empedu.

Cara Mencegah Penyakit Batu Empedu

Sebelum penyakit batu empedu menyerang, mencegah sejak dini lebih baik. Bagaimana caranya agar koletiasis tidak mengganggu kesehatan kantong empedu? Simaklah pencegahan sederhana berikut ini.

Membatasi konsumsi gorengan

Gorengan memiliki kandungan kolestrol yang tinggi. Anda ada baiknya Anda mengontrol konsumsi gorengan untuk mencegah penyakit batu empedu sebab kelebihan kandungan kolesterol dapat berimbas pada pengkristalan cairan empedu.

Membiasakan diri mengkonsumsi makanan berserat tinggi

Konsumsi makanan beserat sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, terutama jika Anda merasa kadar kolestrol Anda tinggi. Konsumsi makanan berserat tinggi dapat membuat kita terhindar dari penyakit batu empedu. Buah dan sayuran sangat dianjurkan untuk Anda.

Cara Menyembuhkan Penyakit Batu Empedu

Jika penyakit batu empedu sudah menyerang, langkah terbaik adalah dengan berobat. Biasanya dokter akan memberikan saran kepada pasien penyakit batu empedu untuk melakukan operasi. Operasi ini bernama operasi lubang kunci. Dalam dunia kedokteran, operasi dikenal sebagai kolesistektomi laparoskopik. Operasi ini memiliki risiko yang terbilang rendah untuk pasien penyakit batu empedu.